Virus Corona Ancam Dunia Maya

Virus Corona Ancam Dunia Maya

Curi Data Komputer, Virus Corona Juga Ancam Dunia Maya

Virus Corona Ancam Dunia Maya – Selain menyebar di dunia nyata, malware terkait virus corona. Pun terus menyebar di dunia maya, bahkan dengan kecepatan yang sangat tinggi juga. Virus corona yang sedang mengancam dunia, ternyata merambah ke dunia maya. Ketakutan tentang wabah virus corona yang kini menyebar ke 27 negara. Dimanfaatkan para hacker atau peretas untuk melakukan phising atau mencuri data-data berharga di komputer.

Masyarakat diimbau agar mewaspadai email atau surat elektronik (surel) palsu berisi ancaman virus corona (coronavirus), karena upaya peretasan yang dilakukan para hacker ini bisa berakibat fatal. Peningkatan kemunculan situs terkait virus corona ini terbilang mengkhawatirkan. Pasalnya pada Februari lalu Daftar S128 jumlahnya hanya sekitar puluhan situs setiap hari, yaitu situs-situs yang namanya mengandung kata seperti coronavirus,covid, pandemic, virus, ataupun vaccine.

Ketakutan virus corona dimanfaatkan pelaku peretasan

Pelaku memanfaatkan ketakutan masyarakat dunia akan serangan virus corona yang muncul di Wuhan, Tiongkok, baru-baru ini. “Kehebohan virus corona yang muncul pertama kali di Wuhan, dimanfaatkan beberapa pihak untuk melakukan aksi retas,” kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu.

Aksi peretasan memanfaatkan tenarnya virus corona

Upaya peretasan yang mendompleng wabah virus corona, kata Pratama, sangat berbahaya, seiring pemberitaan virus tersebut yang sudah mendunia. “Artinya, dengan model serangan ini, sangat besar kemungkinan target email phishing ini akan men-download dan membuka file,” kata dia, dilansir Antara, Selasa.

Penjahat Cyber Setiap Harinya Mengaktifkan Ribuan Situs Terkait Virus Corona

Virus corona digunakan untuk aksi peretasan

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (Communication & Information System Security Research Center/CISSReC) Pratama Persadha mengatakan, sejumlah malware atau program yang bertujuan merusak dengan menyusup ke sistem komputer, yang disebarkan lewat surel dengan teknik phishing telah ditemukan di Jepang.

Pakar keamanan siber itu menjelaskan Phishing adalah tindakan memperoleh informasi pribadi. Seperti username atau nama pengguna dan password atau kata sandi.

Program malware berupa file dokumen

Dosen Etnografi Dunia Maya pada Program Studi S-2 Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengungkapkan, pelaku menyertakan malware pada file dokumen berupa .txt, .pdf, .exe, dan beberapa extension file dokumen lain.

Setelah itu, calon korban diminta membuka dan mendownload atau mengunduh file yang berisi malware tersebut. Pelaku berharap malware dalam dokumen itu bisa masuk dalam sistem komputer, kemudian mengambil alih sistem target.

Tak cuma lewat situs, praktik penipuan ini pun juga merambah email, di mana para penjahat cyber secara rutin mengirimkan email bertopik virus corona untuk menipu pengguna agar mengunduh malware yang disusupkan ke dalam email tersebut, termasuk hacker yang dibekingi pemerintah negara tertentu.