Tanda-Tanda Bayi Mengidap Gangguan Mental

Tanda-Tanda Bayi Mengidap Gangguan Mental

Tanda-Tanda Bayi Mengidap Gangguan Mental

Tanda-Tanda Bayi Mengidap Gangguan Mental. Setiap dari kita tentu mengharapkan proses tumbuh kembang yang positif untuk si Kecil sejak dirinya masih bayi. Akan tetapi, sebagai orangtua, Mama tetep dianjurkan untuk mengawasi proses tumbuh kembangnya untuk mengantisipasi hal kemungkinan terburuk.

Salah satu proses tumbuh kembang bayi yang perlu diperhatikan adalah masalah kesehatan mentalnya. Meski masih bayi, anak mama bisa saja  menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada kemungkinan mengalami gangguan mental. Banyak hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami gangguan mental, salah satunya adalah faktor genetik.

Kabar gembiranya, jika Mama jeli memerhatikan tanda gangguan mental ini, maka si Kecil bisa lebih cepat mendapat pertolongan. Apa sih tanda gangguan mental yang bisa dilihat saat bayi?

Mengalami kesulitan tidur

Hal yang paling mendasar dalam mengisyarakan apakah seorang individu mengalami gangguan mental atau tidak adalah dari proses tidur. Hal ini juga berlaku untuk anak bayi yang seharusnya butuh banyak waktu untuk tidur.

Secara spesifik, berdasarkan Science Daily, bayi yang memiliki kesulitan tidur, seperti sering tidak bisa tidur sama sekali atau sering terbangun sehingga terbiasa tidak memiliki waktu tidur yang sepatutnya, dianggap sebagai permasalahan serius yang mengacu pada gangguan mental.

Hal ini dibenarkan sendiri oleh para ilmuwan dari Norwegia yang menjelaskan bahwa kesulitan tidur pada bayi memberi konsekuensi dalam jangka waktu lama yang mengarah pada kondisi kesehatan mentalnya.

Terlalu fokus pada sesuatu

Kita tentu mengerti bahwa setiap bayi memang sedang belajar untuk bisa fokus terhadap sesuatu. Akan tetapi, sebuah catatan penting yang sudah dikemukakan oleh National Institute Health bahwa bayi yang menunjukkan fokus berlebihan pada sesuatu sehingga memberi penolakan untuk hal-hal lainnya dapat dikategorikan sebagai kemungkinan bahwa bayi tersebut memiliki gangguan mental.

Menunjukan masalah dalam memberi respon

Saat anak mama tercinta masih bayi, si Kecil memang masih belum bisa berkomunikasi. Akan tetapi, dalam proses tumbuh kembang yang normal, ia sudah dapat merespon melalui berbagai gerak tubuh dan ekspresi wajah.

Menurut American Psychological Association, bayi yang tidak memberi respon terkait pada sesuatu yang Mama atau hal lain tunjukkan dapat mengacu pada suatu kelainan mental.

Tidak bisa menunjukkan ekspresi wajah

Secara khusus dalam membicarakan bagaimana bayi seharusnya dapat menunjukkan ekspresi wajah, Mama tentu sependapat bahwa rasanya akan aneh apabila bayi tidak memperlihatkan hal-hal menggemaskan tersebut, seperti tersenyum, ekspresi bingung, dan semacamnya.

Ternyata, keanehan tersebut mengarah pada kemungkinan di mana si Kecil bisa saja mengidap gangguan mental. Hal ini disebutkan pada Patient yang menulis bahwa bayi yang jarang hingga nyaris tidak pernah tersenyum berpotensi besar mengalami gangguan mental, termasuk ketika menyambut Mama yang sedang mendatanginya.

Enggan bersosialisasi

Di atas segalanya, setiap individu tentulah lahir sebagai makhluk sosial yang akan berhubungan dengan sesama individu manusia. Hal ini turut berlaku untuk bayi yang seharusnya menunjukkan ketertarikannya untuk bersosialisasi dari waktu ke waktu.

Itu artinya, apabila anak mama menunjukkan tanda-tanda selalu enggan melakukan kontak fisik maupun komunikasi dengan orang-orang luar selain Mama dan Papa, besar kemungkinan mengalami gangguan mental.

Setiap penjelasan dari beberapa tanda bayi kemungkinan mengidap gangguan mental di atas merupakan hal-hal yang tidak secara pasti menvonis si Kecil menderita kelainan mental. Untuk mengetahuinya, Mama disarankan untuk langsung memeriksakan kondisinya ke dokter.

Jangan terlalu khawatir dulu, sebab mungkin saja ada gangguan fisik lain yang menghalangi si Bayi bersosialisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *