Sengkarut Jiwasraya Seret Nama Dato Sri Tahir

Sengkarut Jiwasraya Seret Nama Dato Sri Tahir

Sengkarut Jiwasraya Seret Nama Dato Sri Tahir

Sengkarut Jiwasraya Seret Nama Dato Sri Tahir – Kejaksaan Agung menetapkan 13 perusahaan manajer investasi (MI) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya pekan lalu. Salah satu tersangka adalah pejabat aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penetapan tersangka baru ini menambah banyak pihak yang diduga ikut membuat Jiwasraya kerugian keuangan negara mencapai Rp16,8 triliun. Sebelumnya Korps Adhyaksa sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Tersangka dalam kasus inidiklaim masih terusĀ  bertambah di hari mendatang.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono mengatakan bahwa proses penyidikan kasus Jiwasraya masih berjalan dan dikembangkan oleh pihaknya.

Ali bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memeriksa anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dato Sri Tahir dan terus mendalami keterlibatan Bakrie Group.

Hal ini ia katakan setelah ditantang oleh anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman.

Benny menyampaikan Korps Adhyaksa harus berani memeriksa Sri Tahir sebab dugaan keterlibatan Bos Mayapada itu dalam kasus Jiwasraya sudah sangat jelas.

“Periksa dia [Dato] pak. Berani tidak Pak Jampidsus? Saya tanya Pak Jampidsus berani tidak periksa anggota Wantimpres itu?” kata Benny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panja Jiwasraya di Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis.

“Penyidikan ini berdasarkan laporan BPK, enggak ada satu pun laporan BPK terkait yang bersangkutan. Demikian pula dalam keterangan saksi. Namun, dalam perkembangan ada kaitannya tetap kami lakukan pemanggilan dan kita lakukan pemeriksaan. Ini masih berjalan dan berkembang,” kata Ali merespons tantangan Benny itu.

Lebih jauh, Ali membeberkan langkah yang sudah ditempuh pihaknya dalam menyelidiki dugaan keterlibatan Bakrie Group dalam kerugian negara di Jiwasraya.

Dia menjelaskan, terdapat kerugian keuangan negara dari penempatan saham Bakrie Group dalam portofolio investasi Jiwasraya sebesar Rp1,7 triliun dari semua kerugian keuangan negara sebesar Rp16,8 triliun yang disampaikan oleh BPK.

Total Kerugian

Menurutnya, jumlah kerugian keuangan negara dari penempatan saham Bakrie Group itu sudah mengalami penurunan menjadi Rp973,7 miliar per 17 Maret 2020.

“Terdapat kerugian keuangan negara dari penempatan saham Group Bakrie dalam portofolio PT AJS sebesar Rp1.778.066.759.373.

Dan per 17 Maret 2020 telah mengalami penurunan menjadi Rp973.781.928.350,” ucap Ali.

Tetapi, dia menegaskan penyidik Jampidsus Kejagung masih perlu melakukan penelitian kepada data transaksi tersebut.

Sambil menunggu perkembangan penyidikan dan persidangan, khususnya keterlibatan dalam manipulasi harga saham.

Dugaan keterlibatan Bakrie Group terungkap setelah salah satu terdakwa, Benny Tjokro mengatakan bahwa Bakrie Group punya peran mengambil keuntungan pribadi yang merugikan negara dari transaksi jual beli saham yang dilakukan Jiwasraya pada 2006.

Tetapi, Benny Tjokro menyebutkan bahwa peran Bakrie Group itu sengaja ditutupi oleh BPK dalam penghitungan kerugian negara.

Tuduhan Benny Tjokro itu lalu mendapat respons serius dari Ketua BPK Agung Firman Sampurna yang menilai tudingan Benny Tjokro itu sesat dan akan melaporkan Benny Tjokro ke Bareskrim Polri karena sudah mencemarkan nama baik lembaga auditor negara.

“Karena apa yang disampaikan merupakan tuduhan yang tak berdasar, setelah konpers kami akan mengadukan apa yang dilakukan Benny Tjokro ke Bareskrim Polri,” kata Agung dalam konferensi pers di BPK, Senin.

Dato Sri Tahir dan pihak Bakrie Group belum menanggapi isu keterlibatannya dalam kasus Jiwasraya yang berkembang sejauh ini. Kejaksaan Agung juga belum memeriksa keduanya untuk mendalami kasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *