Rhoma Irama Tetap Manggung, Bupati Bogor Akan Tindak Tegas

Rhoma Irama Tetap Manggung Bupati Bogor Akan Tindak Tegas

Rhoma Irama Tetap Manggung, Bupati Bogor Akan Tindak Tegas

Rhoma Irama Tetap Manggung, Bupati Bogor Akan Tindak Tegas – – Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kecewa kepada Rhoma Irama karena Raja Dangdut itu ingkar janji dengan tetap mengadakan konser pada acara khitanan yang berlokasi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

“Gugus tugas akan mengambil langkah tegas, karena khawatir hal tersebut menjadi preseden buruk bagi masyarakat lainnya,” kata Ade Yasin dikutip dari Antara, Senin.

Menurutnya, telah jelas tertulis dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 yang mengatur berbagai macam ruang lingkup, yakni level kewaspadaan daerah, penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Selain itu, kata dia, Pamijahan adalah satu dari 29 kecamatan di Kabupaten Bogor yang kini berstatus zona merah.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor merangkup ada satu pasien Covid-19 dan 12 pasien dalam pengawasan (PDP) yang berstatus aktif di wilayah itu.

Ia juga bahkan telah mengutus petugas gabungan mengumumkan surat peringatan kepada warga Desa Cibunian bernama Surya Atmaja, sebagai pihak yang mengundang Rhoma Irama mengadakan konser dalam acara khitanan anaknya.

Sebelumnya, Rhoma Irama sempat menyampaikan pembatalan konsernya melewati video singkat yang tersebar di media sosial.

Artis yang dijuluki Raja Dangdut terebut menjelaskan bahwa undangan konser acara khitanan itu terjadi dua bulan lalu, dengan harapan pada saat hari pelaksanaan yakni 28 Juni 2020 telah usai masa pandemi Covid-19.

“Maka kami dan tuan rumah akan menunda atau menjadwalkan kembali untuk manggung di desa tersebut,” ucap Rhoma.

Ia bahkan meminta para penggemarnya bersabar dan menghormati aturan PSBB proporsional khususnya di Kabupaten Bogor.

“Insya Allah jika sudah tidak ada pandemi dan ada izin, kami akan diundang kembali. Mari kita semua menghormati dan melaksanakan anjuran pemerintah dimana kita tidak boleh membuat atau menghadiri keramaian di saat wabah Covid-19 ini agar tidak terus menyebar,” Terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *