Posisi Gianni Infantino FIFA Jamin Masih Aman

Posisi Gianni Infantino FIFA Jamin Masih Aman

Posisi Gianni Infantino FIFA Jamin Masih Aman

Posisi Gianni Infantino FIFA Jamin Masih Aman, – Federation Internationale de Football Association (FIFA) memastikan kursi Gianni Infantino akan tetap aman walau tengah dihadapkan dengan kasus hukum yang tengah diselidiki. Dia akan terus menjalankan tugasnya sebelum ada dakwaan bersalah dari proses hukum tersebut.

Sebagaimana diketahui, Infantino ternyata terseret kasus menyuap yang sekarang masuk dalam tahap pengecekan dari jaksa khusus pengadilan Swiss, Stefan Keller. Dia diduga pernah melakukan pertemuan dengan jaksa agung Swiss, Michael Lauber, tiga tahun silam.

Ternyata dia diduga tak menjalankan tugasnya dengan baik dan melakukan pelanggaran-pelanggaran saat memeriksa FIFA. Dia disangka melindungi perbuatan Infantino yang telah terindikasi  melakukan tindakan  pidana korupsi sejak mengisi posisi orang tertinggi FIFA.

FIFA kooperatif terhadap kasus hukum  Gianni Infantino

Komite Etik FIFA sebenarnya bisa saja menangguhkan posisi Presiden FIFA yang kini telah diisi Gianni Infantino. Namun, hal itu tidak menjadi opsi dan mereka bakal tetap mempertahankan posisi dia.

“Presiden FIFA patuh pada investigasi kriminal oleh otoritas kehakiman Swiss, tetapi dia tidak didakwa dan dia tidak bersalah terhadap apa pun. FIFA dan presidennya akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas peradilan di Swiss sampai investigasi ini selesai,” tulis pernyataan tersebut dikutip dari Sky Sports.

Presiden FIFA sebelumnya terbukti melakukan korupsi dan suap

Kasus ini tentu saja menghebohkan publik, sebab kecurigaan terkait praktik korupsi yang terjadi di tubuh FIFA, ternyata masih terjadi. Pada 2015 silam investigasi membuktikan jika Sepp Blatter yang mengisi jabatan Infantino sebelumnya melakukan korupsi dan suap.

Orang yang digadang-gadang sebagai suksesor tepat mengisi posisi Blatter, yakni Michael Platini, yang saat itu masih menjabar sebagai presiden UEFA pun ternyata tak luput dari kasus serupa. Sehingga dia harus menanggalkan jabatannya di UEFA. Hal itu mengindikasikan jika FIFA masih menjadi sarang korupsi.

FIFA yakin pemimpinnya tak bersalah

FIFA pun masih sangat optimistis jika pemimpinnya tersebut tak terlibat dari apa yang dituduhkan. Sebab, pertemuan yang dilakukan dengan Lauber merupakan tugas fidusia dan pertemuan biasa dengan jaksa agung di Swiss, dan itu dianggap bukan sebagai suatu pelanggaran.

“FIFA yakin bahwa pada akhir penyelidikan saat ini akan dikonfirmasikan bahwa presiden FIFA tak melakukan kesalahan dengan melakukan tugas fidusia dan bertemu dengan jaksa agung Swiss,” ujar pernyataan FIFA itu.

Yang pasti, FIFA menjamin Gianni Infantino bakal kooperatif menjalankan proses penyelidikan sampai semua hasilnya bisa terang-benderang.