Perusahaan Huawei Di Dukung Militer China

Perusahaan Huawei Di Dukung Militer China

Donald Trump Menuding, Huawei Di Bantu Oleh Militer China

Perusahaan Huawei Di Dukung Militer China – Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis daftar 20 perusahaan besar yang dibekingi oleh militer China, salah satunya perusahaan Huawei.
AS selama ini menuduh pabrikan teknologi itu berkonspirasi melakukan pencurian rahasia dagang dan membantu upaya spionase China.

Daftar tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh media AS, mencantumkan perusahaan CCTV China Hikvision, China Telecoms, China Mobile dan AVIC.

“Hikvision tidak pernah terlibat dalam pekerjaan litbang apa pun untuk aplikasi militer,” kata juru bicara perusahaan itu.

AFP telah menghubungi perusahaan lain dalam daftar, termasuk China Telecom dan China Mobile, namun belum ada komentar.

Tensi hubungan antara AS dan China terus memanas belakangan ini, terlebih saat pandemi virus corona. AS berulangkali menyebut virus corona berasal dari China, tuduhan yang selalu disangkal Tiongkok. Ketegangan juga terjadi di sektor perdagangan.

Hal itu bisa menjadi dasar penetapan sanksi keuangan baru AS terhadap perusahaan-perusahaan itu.

Menurut 10bestbinaryrobots, selain Huawei, perusahaan pengawas video Hikvision juga masuk dalam daftar tersebut.

“Daftar itu mencakup perusahaan yang dimiliki, dikendalikan oleh, atau berafiliasi dengan pemerintah, militer, atau industri pertahanan China,” kata Hoffman dalam sebuah pernyataan.

Google batasi kerja sama dengan Huawei untuk mematuhi aturan baru yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat. (EPA)

Gedung Putih telah mengambil beberapa langkah terhadap Huawei dan perusahaan China lainnya, termasuk melarang perusahaan AS untuk menjual teknologi tertentu tanpa izin.

Pemerintah juga mengatakan perang dagangnya dengan China, yang menghasilkan tarif miliaran dolar, merupakan respons terhadap pencurian rahasia dagang AS.

Tetapi beberapa pihak di Washington mendesak tindakan yang lebih agresif.

Huawei telah membantah klaim AS terhadapnya dan mengatakan “tuduhan itu tidak berdasar”.

Dia meyakini daftar tersebut akan sangat berguna bagi Pemerintah AS, perusahaan, investor, lembaga akademis, dan mitra sejenis untuk melakukan uji tuntas terkait kemitraan dengan entitas tersebut.

Di bawah hukum AS, Departemen Pertahanan diharuskan melacak perusahaan yang “dimiliki atau dikendalikan” oleh Tentara Pembebasan Rakyat China yang aktif di AS.

Pentagon menghadapi tekanan anggota parlemen dari Demokrat dan partai Republik untuk menerbitkan dan memperbarui daftar itu beberapa bulan belakangan ini.

Para senator mendesak tinjauan kebijakan

Pada bulan November, senator AS Tom Cotton dan Chuck Schumer menulis surat kepada Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, meminta hasil tinjauan terhadap kebijakan AS yang diamanatkan oleh Undang-Undang Reformasi Kontrol Ekspor tahun 2018 dan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2019.

BBC memahami bahwa daftar tersebut diterbitkan untuk memberi informasi pada komite kongres, pebisnis AS, investor dan mitra potensial lain dari perusahaan China, terkait peran yang mungkin dimainkan oleh perusahaan tersebut dalam mentransfer teknologi sensitif ke militer China.

Huawei tidak segera menanggapi publikasi daftar tersebut tetapi sebelumnya mereka telah membantah memiliki hubungan dengan pemerintah China.

Sementara itu seorang juru bicara Hikvision mengatakan Daftar Macaubet pihaknya menentang keras klaim AS tersebut. Juru bicara itu mengatakan bahwa pencantuman Hikvision dalam daftar itu tidak berdasar.

– Trump tunda beri sanksi ke China atas ‘tudingan penyiksaan Uighur’ demi ‘perjanjian dagang’
– Miliuner pendiri perusahaan elektronik Midea selamat dari upaya penculikan ‘seperti film laga’
– Pertarungan AS-China merembet ke bawah laut, tolak kabel internet ke Tiongkok

Daftar ini keluar seiring dengan tekanan AS pada negara-negara lain, termasuk Inggris, untuk melarang Huawei karena alasan keamanan nasional.

para senator menekankan kekhawatiran mereka tentang ancaman akibat ekspor teknologi AS yang penting ke perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan China.

Mereka juga mempertanyakan mengapa Departemen Perdagangan lambat untuk menyelesaikan tinjauan kontrol ekspor yang diamanatkan oleh kedua peraturan tersebut.

Para senator menekankan bahwa tinjauan harus dilakukan untuk menilai apakah Partai Komunis China telah mencuri teknologi AS dengan aplikasi militer, serta apakah China telah meminta perusahaan-perusahaan China untuk memanfaatkan teknologi sipil yang mutakhir untuk keperluan militer. Huawei, ada alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China.

“Apa status tinjauan ini dan apa hasilnya? Apakah tinjauan itu menentukan sektor-sektor khusus ekonomi AS yang ditargetkan China untuk upaya spionase dan transfer teknologi secara paksa? Apakah Anda akan memodifikasi ruang lingkup kontrol untuk penggunaan akhir militer dan pengguna akhir di China? Apakah Anda akan membuka hasil kajian ini ke publik ?” tulis Cotton dan Schumer.

“Kami mendesak Anda untuk melakukan tinjauan wajib ini secepat dan selengkap mungkin. Terima kasih atas waktu dan perhatian Anda pada masalah penting keamanan nasional ini.”

China bulan lalu memperingatkan akan mengambil sejumlah langkah untuk melindungi Huawei dan perusahaan lain setelah AS mengumumkan pembatasan baru atas pembelian produk dari perusahaan teknologi raksasa itu.

Pekan lalu Presiden Donald Trump mengesahkan Undang-Undang Hak Asasi Manusia Uighur yang membuka jalan untuk menjatuhkan sanksi atas China.

China lantas mengecam, dan menganggap UU itu dengan sangat jahat menyerang kebijakan mereka di wilayah Xinjiang, tempat mayoritas etnis Uighur bermukim.

“Ketika Republik Rakyat Tiongkok berupaya untuk mengaburkan batas antara sektor sipil dan militer, ‘mengetahui pemasok Anda’ akan sangat penting,” kata juru bicara Pentagon Jonathan Rath Hoffman seperti dikutip dari AFP, Jumat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *