Pemprov Di Kritik Oleh DPRD DKI

Pemprov Di Kritik Oleh DPRD DKI

Menekan Penyebaran Virus Corona yang Telah Terdekesi oleh Pemprov

Pemprov Di Kritik Oleh DPRD DKI – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengkritik langkah Pemprov yang dinilai lambat dalam masalah menangani penyebaran virus corona (Covid-19) di pasar. Menurut dia, Pemprov DKI sudah diwanti-wanti mengenai potensi klaster pasar sejak April lalu.

“Makanya terlambat dideteksi klaster di pasar, padahal sejak April saya sudah teriak di media,” ungkap Gilbert kepada 10bestbinaryrobots.com beberapa waktu lalu.

Dia menilai masyarakat kelas bawah justru terlupakan dalam penanganan pencegahan virus corona oleh Pemprov DKI. Padahal mereka yang paling rawan tertular, khususnya di pasar.

“Pak Presiden menginstruksikan agar ada bantuan dari TNI dan Polri untuk ikut mengawasi pusat-pusat kepadatan warga terutama di wilayah tadi itu, seperti pasar tradisional tadi,” kata Muhadjir melalui rilis yang diterima 10bestbinaryrobots.com, Jumat.

“Banyak yang bolong, lapisan masyarakat bawah yang justru tidak terpapar dengan informasi pencegahan diri penularan, malah kurang mendapat perhatian,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri menjaga area pasar tradisional agar tak terjadi kerumunan dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Penyebaran Covid-19 di sejumlah pasar Jakarta masih belum dikendalikan. Hingga Selasa, tercatat 152 pedagang di 20 pasar di Ibu Kota terpapar virus corona.

Jumlah kasus positif pedagang pasar tersebut merujuk data milik Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Ikappi, Reynaldi Sarijowan mengatakan, data ini merupakan akumulasi pihaknya dengan Dinas Kesehatan.

Muhadjir mengatakan protokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional wajib dipatuhi pengelola pasar, para penjual, serta pembeli. Kepatuhan masyarakat, menurut Muhadjir, menjadi kunci utama agar penularan virus corona di Kota Surabaya bisa segera turun.

“Jadi kuncinya itu kalau kita ingin Surabaya segera turun, terutama angka fatalnya yang masih sangat tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhadjir menyatakan pemerintah telah memberikan perhatian khusus dalam penanganan penyebaran virus corona di Jawa Timur. Ia pun meminta jajaran Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya serius menekan kasus positif Covid-19, terutama angka kematian pasien.

“Saya minta betul-betul Surabaya. Karena Surabaya ini kasusnya dan angka kematiannya untuk Jawa Timur paling tinggi,” kata Muhadjir.

“Data ini hasil akumulasi. Kami terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait,” kata Reynaldi pada Selasa kemarin.

Merujuk data Ikappi, kasus pedagang pasar terinfeksi virus corona paling banyak ditemukan di Pasar Kramat Jati dengan total 49 pedagang. Kemudian 18 pedagang di Pasar Perumnas Klender.

Berikutnya Pasar Serdang 14 pedagang, Pasar Rawa Kerbau 14 pedagang, Pasar Tanah Abang 13 pedagang. Lalu Pasar Petojo Enclek 9 pedagang, Pasar Pasar Minggu 3 pedagang.

Untuk menekan penyebaran virus di pasar, Pemprov DKI sebetulnya telah menerapkan kebijakan ganjil genap toko di pasar. Gubernur Anies Baswedan bahkan sempat menegaskan bahwa seluruh pedagang harus mengikuti aturan tersebut.

Pihak Dinas Kesehatan juga mulai aktif melakukan tes dan penelusuran kontak kepada pedagang di pasar. Bahkan, per Kamis kemarin telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 1.198 pedagang pasar di 18 pasar di Jakarta. Hasilnya, saat itu diketahui sebanyak 137 pedagang dinyatakan positif corona.

Muhadjir juga meminta pengelola pasar tradisional aktif mencegah penyebaran virus corona.

Presiden Joko Widodo telah memberikan tenggat waktu dua pekan menekan penyebaran virus di provinsi yang kini dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu. Ia bahkan memerintahkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II untuk membantu penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *