Negara yang Sudah Terapkan Wajib Militer

Negara yang Sudah Terapkan Wajib Militer

Negara yang Sudah Terapkan Wajib Militer

Negara yang Sudah Terapkan Wajib Militer – Korea Selatan adalah salah satu dari sedikit negara yang memberlakukan wajib militer kepada warga laki-lakinya. Kini, setelah 65 tahun berakhirnya perang Korea, bagi setiap warga laki-laki di Korea Selatan yang bertubuh sehat dan berusia antara 18 hingga 28 tahun diwajibkan melaksanakan wajib militer selama kurang lebih 2 tahun.

Saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada Senin, anggota I BPK Agung Firman Sampurna menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian Kementerian Pertahanan. Tak hanya itu, ia juga mengusulkan penerapan Wajib Militer (wamil) agar ada peningkatan pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Meski di Indonesia baru sekadar wacana atau usulan, sejumlah negara sudah menerapkannya untuk meningkatkan pertahanan negara dan jiwa nasionalisme. Bahkan, beberapa di antaranya tidak sedang dalam status perang.

Undang-undang pendaftaran militer sendiri telah mengalami perubahan pada 2018. Di mana usia maksimum seorang laki-laki Korea dapat menunda layanan wajib militer telah dikurangi dua tahun, yang awalnya 30 tahun, kini menjadi 28 tahun, dan mulai berlaku pada 1 Agustus 2018.

Setelah peraturan ini dibuat, laki-laki di Korea Selatan yang berusia lebih dari 28 tahun tidak dapat lagi menunda pendaftaran wajib militernya karena alasan seperti sedang sekolah pascasarjana, saudara kandungnya juga berada di militer, atau sedang menjadi ambassador tertentu.

Selain itu, batasan perjalanan internasional untuk laki-laki menjadi 25-27 tahun saja. Selama itu, mereka hanya diizinkan melakukan lima perjalanan internasional, dengan masing-masing perjalanan maksimal selama 6 bulan, dan total perjalanan tidak boleh melebihi 25 bulan. Alasan yang mendasari kenapa warga laki-laki di Korea Selatan harus menjalani wajib militer adalah terdapat ancaman berkelanjutan dari Korea Utara terhadap Korea Selatan mengenai serangan senjata nuklir.

Korea Selatan

Meski tampak aman dan tenteram, sesungguhnya negeri Ginseng ini masih dalam status perang dengan Korea Utara. Itu sebabnya Korea Selatan menerapkan aturan wamil yang ketat.

Semua lelaki berbadan sehat diwajibkan menyelesaikan 21 bulan masa dinas nasional di angkatan darat, 23 bulan di angkatan laut, atau 24 bulan di angkatan udara. Ada juga opsi bertugas di kepolisian, penjaga perairan, dinas pemadam kebakaran, dan dalam beberapa kasus khusus, di departemen pemerintah.

Namun, mereka yang pernah menorehkan prestasi di bidang olahraga bisa bebas dari kewajiban itu, misalnya meraih medali emas di Olimpiade atau Asian Games.

Korea Utara

Wamil juga diterapkan di negara yang masih bersitegang dengan Korea Selatan ini. Bahkan, wamil di Korea Utara merupakan wamil terlama di dunia. Semua lelaki wajib mengikutinya, sedangkan perempuan harus menjalani proses seleksi terlebih dahulu.

Pada laki-laki, wamil ini berlaku di usia 17 tahun dan baru selesai saat usianya 30 tahun. Artinya, mereka menjalaninya selama belasan tahun. Anehnya, anak-anak elite politik dibebaskan dari wamil, begitu juga mereka dengan “songbun” (istilah status sosial Korea Utara) yang buruk.

Perekrutan dilakukan berdasarkan target tahunan yang disusun Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea, lalu dilaksanakan secara lokal oleh sekolah-sekolah.

Singapura

Sejak tahun 1967, semua pemuda Singapura yang berbadan sehat dan telah berusia 18 tahun harus ikut wamil selama 22-24 bulan, sesuai kesehatan medis dan kebugaran fisiknya. Sebagian besar ditempatkan di Angkatan Bersenjata Singapura, sedangkan sisanya ditugaskan ke Angkatan Kepolisian dan Angkatan Pertahanan Sipil berdasarkan penilaian kemampuan kepemimpinan saat menjalani pelatihan militer dasar.

Awalnya, wamil tak dapat memilih penugasan yang diinginkan karena keterbatasan kuota. Namun sejak tahun 2016, mereka bisa menentukan pilihan saat mendaftar.