Masyarakat Yang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan Akan Terkena Denda

Masyarakat Yang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan Akan Terkena Denda

Masyarakat Yang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan Akan Terkena Denda

Masyarakat Yang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan Akan Terkena Denda, – Jumlah kasus Virus Corona atau COVID-19 terus bertambah di Provinsi Aceh setiap waktu. Situs resmi Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mencatat, hingga Rabu, sekira pukul 16.15 WIB, ada 1.696 kasus yang telah terkonfirmasi.

Adapun daerah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Kota Banda Aceh, dengan 557 kasus terkonfirmasi. Jumlah kesembuhan hanya 132 orang dan meninggal dunia 17 orang, sedangkan masih ada sisa perawatan atau isolasi mandiri.

Melihat tingginya kasus yang ditemukan di ibu kota provinsi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banda Aceh berusaha untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Salah satu langkah yang ditempuh yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 45 tahun 2020.

Dikutip dari http://vancehester.com, Bahkan aturan yang berisi tentang penerapan dispiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Banda Aceh, itu kabarnya telah dibahas secara daring pada, Senin, dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. Berikut hasil pembahasannya:

  • Peraturan Wali Kota Nomor 45 tahun 2020 dapat dukungan dari seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banda Aceh

Aminullah Usman mengatakan, Peraturan Wali Kota Nomor 45 tahun 2020 yang telah dibahas secara daring tersebut mendapat dukungan dari seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banda Aceh.

“Peraturan Wali Kota Nomor 45 tahun 2020 ini mendapat dukungan dari seluruh unsur pimpinan daerah Kota Banda Aceh yang merupakan tim Gugus Tugas COVID-19,” katanya.

  • Warga bandel akan terkena denda mencapai Rp200 ribu, sedangkan pengusaha Rp500 ribu

Dalam aturan itu juga membahas tentang sanksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Misalnya, tidak menerapkan 4M atau memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Jika pelanggarnya adalah perorangan, maka sanksi yang diberikan bisa berupa kerja sosial yakni membersihkan fasilitas umum. Dan tempat ibadah paling lama dua jam atau menerapkan denda administratif dan adat.

“Kalau kemudian mengulang lagi pelanggaran, bisa dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp100 ribu,” jelas Aminullah Usman.

Sedangkan untuk pelaku usaha, pengelolaan, penyelenggara atau penanggungjawab tempat. Dan fasilitas umum yang membandel serta tidak mampu memastikan berjalannya protokol kesehatan di tempat usaha mereka, akan dikenakan sanksi denda administratif. Atau penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.

“Bagi pelaku usaha kecil, menengah dan besar denda administratif Rp500 ribu,” tambahnya.

  • Peraturan sudah mulai berjalan sejak 1 September dengan harapan dapat menekan angka COVID-19 di Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh menyampaikan, Peraturan Wali Kota Nomor 45 tahun 2020 sudah mulai diterapkan sejak 1 September 2020. Diharapkan, aturan tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran wabah COVID-19 di Banda Aceh, mengingat peningkatan kasus positif saat ini sangat signifikan.

“Karenanya kita harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kita ingin masyarakat bisa kembali beribadah dengan dengan nyaman, anak-anak bisa sekolah kembali. Dan aktifitas sosial kita juga bisa berjalan,” harap Aminullah Usman.

  • Seluruh jajaran pemerintah kota diminta untuk ikut serta dalam mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan

Sehubungan dengan itu, agar aturan yang dikeluarkan benar-benar berjalan secara ketat. Aminullah Usman, meminta kepada seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, camat, maupun keuchik (kepala daerah), untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

”Peraturan wali kota ini bukan untuk menjerat masyarakat. Tapi bagaimana protokol kesehatan ketat bisa berjalan maksimal dengan harapan kita bisa memutus mata rantai COVID-19 di Banda Aceh,” ungkapnya.