Kasus Kelompok John Kei, Polisi Total Tahan 39 Orang

Kasus Kelompok John Kei, Polisi Total Tahan 39 Orang

Kasus Kelompok John Kei, Polisi Total Tahan 39 Orang

Kasus Kelompok John Kei, Polisi Total Tahan 39 Orang – Polda Metro Jaya menangkap total 39 orang termasuk John Kei mengenai aksi penyerangan kepada Nus Kei pada Minggu (21/6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan dari total 39 orang itu, dua pelaku di antaranya dibuatkan Laporan Polisi (LP) terpisah.

“2 LP terpisah, kepemilikan senjata api,” ungkap dia saat konferensi pers yang ditayangkan di channel Youtube Polda Metro Jaya, Senin (29/6).

Yusri menjelaskan bahwa dua pelaku dengan LP terpisah tersebut yaitu berinisial M dan TH, adalah pengembangan atas kasus penyerangan yang melibatkan John Kei tersebut.

Lebih lanjut, dari total 39 itu juga, Yusri menyampaikan ada sekitar empat orang anak buah John Kei yang awalnya tercatat sebagai DPO, lalu kemudian mereka menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

“Yang pertama saya sampaikan berinisial T yang datang ke Polres Depok. Perannya adalah dia yang memang ikut di kosambi melakukan pembacokan korban yang meninggal dunia dan kepada korban yang luka parah,” ucap Yusri,

Pelaku kedua, ialah MAN yang menyerahkan diri ke Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dia diketahui juga memakai senjata api dan ikut melepaskan tembakan di Perumahan Green Lake City, Tangerang.

Pelaku ketiga yang menyerahkan diri ialah ARK. Ia menyerahkan diri ke Polres Jakarta Timur. Perannya adalah yang membawa mobil dan menabrak security saat penyerangan terjadi di Green Lake City.

“Kemudian pelaku PM alias O, dia menyerahkan diri di daerah Cikarang. Jadi dia sempat resah karena takut menjadi buron kemudian dia telepon polisi dan petugas kemudian menjemput yang bersangkutan,” jelas Yusri.

Pada Minggu (21/6) lalu, kelompok John Kei itu melakukan penyerangan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan di daerah Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Aksi penyerangan itu dilakukan karena dilatarbelakangi oleh masalah pribadi antara John Kei dan Nus Kei itu mengenai penjualan tanah di Ambon, Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *