Jaksa Hadirkan Dirut Jiwasraya Hexana Tri ke Sidang Tipikor

Jaksa Hadirkan Dirut Jiwasraya Hexana Tri ke Sidang Tipikor

Jaksa Hadirkan Dirut Jiwasraya Hexana Tri ke Sidang Tipikor

Jaksa Hadirkan Dirut Jiwasraya Hexana Tri ke Sidang Tipikor – Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (AJS), Rabu (1/7).

Selain dia, beberapa mantan petinggi perusahaan pelat merah itu turut dipanggil penuntut umum untuk menjadi saksi.

“Betul [Dirut PT Asuransi Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko] menjadi saksi,” kata Jaksa Bima Suprayoga dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7).

Petinggi Jiwasraya lain yang bersaksi di persidangan antara lain Bagian Pengembangan Dana PT AJS Lusiana; Mantan Kepala Divisi PT AJS, Dony Sudharmono Karyadi; Kepala Divisi Investasi PT AJS, Faisal Satria Gumay; dan mantan Komisaris Utama PT AJS Djonny Wiguna.

Persidangan yang diadakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB hari ini, Rabu (1/7).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung mendakwa enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (AJS) sudah merugikan keuangan negara Rp16,8 Triliun.

Jaksa menyebutkan angka ini berasal dari Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada periode Tahun 2008 hungga 2018 Nomor: 06/LHP/XXI/03/2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Enam terdakwa itu adalah :

  • Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro;
  • Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat;
  • Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto;
  • Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya 2008-2018, Hendrisman Rahim;
  • Direktur Keuangan Jiwasraya periode 2013-2018 Hary Prasetyo;
  • Mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya periode 2008-2014, Syahmirwan.

Teruntuk Benny dan Heru, Jaksa mendakwa keduanya dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Mengadili keberatan terdakwa dan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima,” kata Hakim Rosmina saat membacakan amar putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/6).

Hakim menilai keberatan yang disampaikan terdakwa dan penasihat hukumnya, salah satunya perkara itu masuk ranah UU Pasar Modal, sudah masuk ke dalam pokok perkara. Rosmina juga menilai bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah diuraikan secara cermat, lengkap, dan jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *