Hukum Pelaku Intip Payudara Lewat CCTV Starbucks

Hukum Pelaku Intip Payudara Lewat CCTV Starbucks

Hukum Pelaku Intip Payudara Lewat CCTV Starbucks

Hukum Pelaku Intip Payudara Lewat CCTV Starbucks – Polisi menyelesaikan penyelidikan atas video viral aksi pegawai Starbucks Jakarta yang diduga telah mengintip payudara seorang pelanggan lewat rekaman CCTV.

Polisi pun telah menunggu pihak yang menjadi korban tindakan tersebut untuk melapor kasus yang terjadi. Nantinya baik pelaku maupun penyebar video tersebut akan ditindak melalui UU ITE.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan sejauh ini kepolisian belum menerima laporan. Ia meminta kepada korban atau pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan.

“Bagi pelaku yang merekam dan menyebarkan tentu ini telah melanggar, akan kita kenakan juga pasal UU ITE,” ucap Yusri, Kamis.

Seperti diketahui, dalam video berdurasi 13 detik tersebut, terduga pelaku tampak sedang melihat sorotan rekaman CCTV Starbucks dari sebuah layar. Kemudian, dia memperbesar (zoom) sorotan video pengawas tersebut ke bagian dada seorang pelanggan perempuan.

Dari hasil penelusuran Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat, diketahui peristiwa itu terjadi di gerai Starbucks yang ada di Sunter Mall, Jakarta Utara (Jakut) pada Rabu.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP M Jauhari, informasi diperoleh dari keterangan pihak Starbucks yang ditemui kepolisian di kantor Starbucks di Gedung Sahid, Sudirman, Jakarta Pusat.

“Pihak Starbucks menjelaskan kejadiannya, TKP di Sunter Mall, Jakarta Utara,” kata Jauhari dalam keterangannya, Kamis.

Tak hanya itu, Jauhari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi ihwal identitas terduga pelaku. “Awal viralnya video tersebut disebarkan oleh karyawan yang bernama D ke kawannya,” ucap Jauhari.

Terkait kejadian ini, PT Sari Coffee selaku pemegang lisensi Starbucks di Indonesia menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pegawainya tersebut.

“Perilaku tersebut di luar norma-norma yang sangat kami junjung, di mana kami menerapkan standar yang tinggi agar setiap pelanggan di seluruh gerai merasa nyaman dan aman,” ungkap Andrea Siahaan, Snr. GM PR & Communications, Kamis.

Sebagai tindak lanjut, mereka menyatakan bahwa pegawai tersebut sudah tak bekerja lagi di Starbucks yang berada di bawah naungan PT Sari Coffee Indonesia.

“Perilaku tersebut tidak dapat ditoleransi dan kami memastikan bahwa individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia,” kata Andrea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *