Gugur di Kongo, Jenazah Prajurit TNI AD Dibawa ke Pekanbaru

Gugur di Kongo, Jenazah Prajurit TNI AD Dibawa ke Pekanbaru

Gugur di Kongo, Jenazah Prajurit TNI AD Dibawa ke Pekanbaru

Gugur di Kongo, Jenazah Prajurit TNI AD Dibawa ke Pekanbaru – Jenazah prajurit TNI AD Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi yang gugur karena diserang kelompok bersenjata dalam misi perdamaian PBB di Kongo, diterbangkan ke kampung halamannya di Pekanbaru, JumatĀ  untuk dimakamkan.

Jenazah diterbangkan memakai Pesawat C130 Hercules dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah terlebih dahulu tiba di Indonesia pada KamisĀ  malam lalu.

“Hari ini kita menyaksikan pemberangkatan jenazah Pelda Rama untuk diterbangkan ke Pekanbaru,” ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto setelah upacara pemberangkatan jenazah.

“Setelah semalam mendarat di Cengkareng, dan langsung kita semayamkan di hanggar skuadron 17,” tambah dia.

Hadi menyampaikan pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri yang sudah membantu proses pemulangan jenazah Rama ke Indonesia agar berjalan sesuai dengan rencana.

“Kami seluruh keluarga besar anggota TNI merasa kehilangan seorang prajurit terbaik pada misi perdamaian, misi kemanusiaan,” tutur dia.

Lebih lanjut, Hadi menerangkan kondisi satu prajurit TNI yang juga menjadi korban pada serangan itu, Prajuit Satu (Pratu) Makbul, saat ini semakin membaik.

“Satu rekannya atas nama Pratu Makbul selamat karena terkena pecahan kaca dan serpihan materil senjata, saat ini sudah pulih kesehatannya setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit,” pungkas dia.

Dihadang Kelompok Bersenjata

Rama Wahyudi gugur saat melaksanakan tugas pergeseran pasukan dari markas pusat operasi (COB) di Mavivi ke markas sementara (TOB) di Halulu, Senin sore.

Mereka dalam misi pengiriman ulang logistik ke TOB bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung untuk masyarakat setempat.

Anggota TNI yang ikut dalam tugas itu berjumlah 12 orang, dengan dukungan 2 orang tentara Malawi. Rama sendiri menjadi komandan tim (dantim).

Mereka berangkat dengan menaiki truk logistik yang dikawal oleh dua kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC).

Dalam perjalanannya, mereka diadang oleh kelompok bersenjata. Rama gugur di tempat karena terkena tembakan.

TNI Lakukan Evaluasi

Hadi menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi taktis terhadap pasukan TNI yang tengah melakukan misi perdamaian PBB di Kongo.

Evaluasi dilakukan setelah satu prajurit gugur saat bertugas karena diserang kelompok bersenjata.

“Ya tentu evaluasi yang kita laksanakan evaluasi taktis di lapangan. Agar tidak terjadi kejadian serupa,” pungkas Hadi usai menghadiri upacara pemberangkatan jenazah di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan misi perdamaian di Kongo tersebut akan tetap dilaksanakan. Sementara di sisi lain, PBB juga melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

“Tentu PBB juga melaksanakan satu investigasi sehingga apa yang kita inginkan, kegiatan di sana secara taktis di lapangan semua aman, karena kita mengikuti prosedur yang ada berdasarkan kejadian tersebut,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *