Djoko tjandra Kembali ke Rutan Salemba

Djoko tjandra Kembali ke Rutan Salemba

Djoko tjandra Kembali ke Rutan Salemba

Djoko tjandra Kembali ke Rutan Salemba, – Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra dipindahkan dari Rutan Salemba Cabang Mabes Polri Jakarta Selatan, ke Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pemindahan itu dilakukan karena pemeriksaan kepada Djoko Tjandra dianggap cukup.

“Dari hasil rapatĀ  yang baru saja kita laksanakan berhubungan dengan pemeriksaan saudara Djoko Tjandra untuk sementara kami rasa sudah cukup. Oleh karena itu, selanjutnya kami berkoordinasi dengan Dirjen Pas untuk saudara Djoko Tjandra di tempatkan selanjutnya,” kata Listyo di Bareskrim Polri, Jumat.

Pemeriksaan narapidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra (Djoktjan) di Bareskrim Polri telah selesai. Selanjutnya dia akan ditempatkan kembali di Rutan Salemba.
Adapun hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Reynhard Silitonga dalam konferensi pers bersama Polri yang disiarkan langsung di akun instagram resmi @divisihumaspolri.

“Saudara Djoko Tjandra berhubung pemeriksaannya sudah dilakukan semua sementara di Bareskrim polri, kami menerima kembali dan akan kami tempatkan kembali di rutan salemba,” ujar Reynhard.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Dirjen Pas Kemenkumham Reinhard Silitonga memberitahukan, pihaknya menerima kembali Djoko Tjandra untuk ditempatkan di Rutan Salemba. “Pemeriksaan sudah selesai di Bareskrim Polri. Maka kami menerima kembali Saudara Djoko Tjandra dan akan kami tempatkan kembali di Rutan Salemba. Kami akan pindahkan kembali untuk menjalani pidananya di Salemba sebagai warga binaan di Lapas Salemba,” tuturnya.

Sebelumnya, Listyo memberitahukan, penahanan terhadap Saudara Djoko Sugiarto Tjandra di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri hanya sementara saja. Listyo memaparkan, penahanan Djoko Tjandra di Mabes Polri hanya untuk memudahkan kepolisian dalam melakukan penyelidikan kasusnya.

Di sisi lain Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan Djoko Tjandra diserahkan kembali ke Ditjen PAS usai pemeriksaan dilakukan.

“Oleh karena itu selanjutnya kami berkoordinasi dengan Dirjen PAS untuk penempatan Djoko Tjandra selanjutnya,” ujar dia dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, Listyo mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar penetapan tersangka terkait kasus tindak pidana korupsi dalam kasus Djoko Tjandra minggu depan.

Sebelumnya, Djoko diketahui ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri sejak 31 Juli lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan penempatan Djoko di rutan tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pemeriksaan oleh penyidik terkait pembuatan surat jalan.

“Saudara Djoko ditempatkan di Rutan Bareskrim Polri supaya mempermudah pemeriksaan yang bersangkutan terkait kasus surat jalan palsu,” kata Awi, Senin.

Ada beberapa kasus yang mengikuti di belakang kisah buronnya Direktur PT Era Giat Pratama. Djoko menjadi buronan Kejaksaan Agung selama 11 tahun.

Salah satunya, kasus surat jalan palsu yang pada kemhdian hari memakan korban sejumlah petinggi Polri. Setidaknya sudah tiga jenderal Polri dicopot dari jabatannya.

Mereka adalah Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional, dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.