Di India Urin Sapi Jadi Pengganti Hand Sanitizer

Di India Urin Sapi Jadi Pengganti Hand Sanitizer

Di India Urin Sapi Jadi Pengganti Hand Sanitizer

Di India Urin Sapi Jadi Pengganti Hand Sanitizer,- Sebuah kuil di Mumbai, India, menggunakan urin sapi (gaumutra) sebagai cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Hal itu dilakukan lantaran pihak manajemen kuil kehabisan hand sanitizer yang diproduksi pabrik.

Insiden penggunaan urin sapi di Kuil Iskcon pertama diketahui lewat unggahan Raju P Nair, seorang anggota parlemen India (Indian National Congress) Kerala. Ia mengaku tangannya disemprotkan dengan cairan berbau aneh sebelum masuk ke restoran Govinda yang ada di dalam Kuil Iskcon.

Saat ditanya, petugas mengatakan cairan itu adalah gaumutra. Postingan itu tak pelak langsung menyita perhatian warganet di India. Mereka mempertanyakan alasan otoritas kuil menggunakan urin sapi sebagai pengganti hand sanitizer.

Meski menjadi polemik, pejabat di kuil tersebut mengatakan urin sapi yang disuling atau yang dikenal sebagai goark memiliki kekuatan antibakteri.

Seorang dari Kuil Iskcon Parijata Devi Dasi mengatakan pihaknya mengambil beberapa tindakan pencegahan sendiri setelah virus corona SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 ditemukan di India.

Mulanya, dia berkata pihaknya menempatkan hand sanitizer di pintu masuk kuil dan pintu masuk restoran Govinda. Akan tetapi, stok hand sanitizer habis seiring waktu.

Akibat situasi itu, Parijata mengatakan pihaknya tetap mengambil langkah pencegahan Covid-19 dengan menggunakan Goark. Dia berkata Goarks merupakan urin sapi yang direbus dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan anti-jamur, anti-bakteri, hingga bio-enhancer.

“Oleh karena itu, ketika kami belum mendapatkan persediaan baru, kami menggunakan urin sapi suling sebagai pembersih tangan,” ujar Parijata.

Prahita mengklaim pihaknya tidak secara paksa meminta setiap orang untuk menggunakan urin sapi sebagai cairan pembersih tangan. Dia berkata orang-orang bebas untuk menggunakannya atau tidak menggunakannya.

“Orang-orang bisa pergi ke kamar kecil dan menggunakan sabun untuk membersihkan tangan. Jadi ini adalah pilihan dan tindakan pencegahan,” ujarnya, seperti dikutip India Today.

Lebih dari itu, Parijata mengatakan hasil penyulingan urin sapi akan berhenti digunakan jika pihaknya sudah menerima hand sanitizer reguler.

Melansir The Hindu, Raju P. Nair yang merupakan sekretaris jenderal,komite Kongres distrik Ernakulam mengaku telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dia menilai tindakan yang dilakukan oleh pengelola Kuil Iskcon melanggar protocol Covid-19.

“Saya merasa keberatan. Mereka seharusnya mengatakan kepada saya bahwa itu adalah urin sapi dan seharusnya tidak melakukannya tanpa persetujuan saya,” kata Nair.

Nair menilai peristiwa yang dialaminya adalah pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan pidana.

“Saya sangat menentang hal ini karena ini bertentangan dengan keyakinan ilmiah saya dan serangan terhadap harga diri saya. Ini juga merupakan pelanggaran protokol yang dinyatakan oleh pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Ini membahayakan kehidupan orang normal dan sebagai masalah sosial yang mempengaruhi ratusan orang yang berkunjung ke sana,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *