Dari Turki Ke AS Adalah Mustahil

Dari Turki Ke AS Adalah Mustahil

Dari Turki Ke AS Adalah Mustahil

Dari Turki Ke AS Adalah MustahilUsulan dari senator John Thune agar Amerika Serikat bisa ‘membeli’ system hanud S-400 dari Turki, rupanya telah membuat ramai netizen. Bukan itu saja, rupanya pihak Rusia pun turut angkat bicara terkait kabar yang kadung berhembus tersebut.

Sebagai pihak yang punya otoritas pada kerja sama pertahanan antar negara, Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSVTS) di Moskow memberikan pernyataan resmi, bahwa apa yang diinginkan sang senator dari South Dakota tersebut adalah suatu hal yang mustahil.

Pihak FSTV menjelaskan bahwa untuk melalukan ekspor kembali (reekspor) atas suatu produk alutsista asal Rusia, maka negara yang bersangkutan (penjual-red) harus mampu memperlihatkan sertifikasi pengguna akhir kepada Rusia. poker idn deposit via pulsa indosat

“Oleh karena itu, mentransfer atau mengekspor kembali ke negara ketiga tanpa izin resmi dari pihak Rusia adalah mustahil,” ujar juru bicara FSTV.

National Defensi Authorization

Sebelum menguntip pernyataan dari anggota senat John Thune, dimana ia mengusulkan amandemen National Defensi Authorization (NDA) Act 2021 tentang program pembelian rudal lewat akun AD AS.

Namun poin menarik yang dikemukakan sang senator adalah, kemungkinan AS untuk bisa mengakuisisi system hanud S-400. Dalam konteks di atas, S-400 tidak didapatkan AS dari tangan Rusia langsung, melainkan AS ingin mendapatkan S-400 dari tangan Turki.

Meski obsesi AS untuk mendapatkan S-400 pasti ditolak mentah-mentah oleh Rusia. Namun kembali lagi, ada celah bagi Washington, salah satunya untuk memanfaatkan hubungan “mesra tapi membara” antara Turki dan Rusia.

Seperti diketahui, hubungan Turki – Rusia terlihat mesra dalam program pengadaan senjata, salah satunya tercermin dari penjualan system hanud S-400, bahkan Rusia ada potensi untuk menawarkan produksi S-400 di Turki.

Namun, disisi lain, hubungan Turki – Rusia membara dalam konflik bersenjata di Suriah. Konflik Turki dan Rusia berawal setelah sebagian wilayah yang tadinya dikuasai pemberontak kembali direbut oleh pasukan pemerintah Suriah.

Terutama di wilayah Provinsi Idlib yang menjadi kantong terakhir lokasi pemberontak didukung Turki. Seperti diketahui, pemberontak Suriah didukung Turki dan tentara pemerintah Suriah didukung oleh Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *