Bupati Kutai Timur Terjaring OTT KPK

Bupati Kutai Timur Terjaring OTT KPK

Bupati Kutai Timur Terjaring OTT KPK

Bupati Kutai Timur Terjaring OTT KPKBupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama istrinya, Encek UR Firgasih. OTT itu diduga terkait pengadaan barang dan jasa. Begini profil Ismunandar.

Ismunandar menjabat bupati bersama wakilnya, Kasmidi Bulang untuk periode 2016 hingga 2021.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango, mengatakan Bupati Kutai Timur, Ismunandar, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Kamis malam.

“Semalam kita amankan sang bupati beserta istrinya dan seorang kepala Bappeda dari sebuah hotel di Jakarta,” ujar Nawawi seperti dikutip dari Antara, Jumat.

Ismunandar bukan orang baru di Pemkab Kutai Timur. Pria kelahiran 7 Agustus 1960 itu sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Timur pada 2010-2015.

Sebelumnya, dia juga menempati sejumlah jabatan, seperti Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Kutim 23 Juli 2006-2010, Kadis Kelautan dan Perikanan Kutim 2004-2006, Kadis PU Pemkab Kutim 24 Desember 2003-2004.

Dia pernah menjabat Asisten Administrasi Pembangunan Pemkot Bontang 30 Juli 2002. Kadis PU Pemkot Bontang 4 Desember 2001, Kabag TU Dinas PU Pemkot Bontang 16 Agustus 2001, Kasie Perencanaan dan Program Dinas PU Kaltim 12 Februari 2001, dan Kasie Pengujian Dinas PU Provinsi Kaltim 1999.

KPK juga menangkap pihak lain

Nawawi menambahkan, KPK juga menangkap sejumlah pihak lain. Namun dia tak membeberkan lebih detail siapa yang ditangkap. Dari penangkapan tersebut KPK menyita sejumlah uang dan rekening bank.

“Pihak lainnya kita amankan di Kutim (Kutai Timur) dan Samarinda,” kata Nawawi.

Bupati Kutai Timur diduga korupsi pengadaan barang dan jasa

Sebelumnya Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan OTT yang dilakukan terhadap Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Ismunandar, terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.

“Betul tadi malam ada giat tertangkap tangannya para pelaku korupsi berupa menerima hadiah atau janji dalam pengadaan barang dan jasa di salah satu kabupaten di wilayah Kalimantan Timur,” ujar Firli.

KPK masih mengumpulkan barang bukti

Firli menuturkan tim KPK masih bekerja di lapangan. Dia memastikan, perkembangan dari operasi tangkap tangan tersebut akan disampaikan kembali.

“Kami akan sampaikan semuanya setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti selesai,” tutur Firli.

Selain di pemerintahan, Ismunandar menjabat ketua di sejumlah organisasi, yakni Ketua PC Nahdatul Ulama Kutim 2006-sekarang, Ketua Kahmi Kutim 2004-sekarang, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kutim 2011-sekarang, Ketua Umum PSSI Kutim 2011-sekarang, Ketua PABSI 2004-sekarang, Ketua Kempo 2010-Sekarang, Ketua PMI 2012-Sekarang, Ketua KWS Kerukunan Warga Sangkulirang (KWS) dan Korwil Klatim Kerukunan Bubuhan Banjar Kutim, Bontang, dan Berau.

Untuk pendidikan, pria asal Kecamatan Sangkulirang ini menyelesaikan SI di Universitas Merdeka Malang (Tekhnik Sipil) Lulus 1986, Spesialis-1 International Institute For Aerospace and Earth Sciences the Netherland (Geographic Lanscape) lulus 1988, dan S2 Universitas Gajah Mada Yogyakarta (Perencanaan Kota dan Daerah) 1999.

Sebelumnya, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis malam. Ismunandar diamankan KPK bersama istrinya.

“Semalam kita amankan sang bupati beserta istrinya dan seorang kepala Bappeda dari sebuah hotel di Jakarta,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango kepada wartawan, Jumat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *