Brasil Catat 1 Juta Kasus Corona, Tertinggi Kedua di Dunia

Brasil Catat 1 Juta Kasus Corona, Tertinggi Kedua di Dunia

Brasil Catat 1 Juta Kasus Corona, Tertinggi Kedua di Dunia

Brasil Catat 1 Juta Kasus Corona, Tertinggi Kedua di Dunia ,   Brasil mengumumkan telah lebih dari satu juta kasus virus corona pada Jumat (19/6). bahkan hanya sehari, Kementerian Kesehatan Brasil mencatat lonjakan kasus baru Covid-19 sebanyak 54.771.

Data statistik John Hopkins University mencatat saat ini Brasil memiliki 1.032.913 kasus corona, tertinggi kedua di dunia dengan kasus setelah Amerika Serikat yaitu sebanyak 2.219.976 kasus.

Para ahli menyangka angka kasus corona di Brasil lebih tinggi dari yang dilaporkan pemerintah, mengingat pengujian yang masih terbatas.

Kemenkes Brasil telah melaporkan total kematian akibat Covid-19 kini sudah mencapai 48.954 jiwa. Kendati kasusnya terus bertambah, kurva infeksi virus corona di Brasil mulai berangsur turun.

Menurut perhitungan AFP menggunakan angka resmi, dari awal Juni rata-rata melaporkan lebih dari 518 ribu kasus positif dan 19 ribu kematian. Data itu mencakup angka kematian empat hari terakhir lebih dari seribu jiwa.

Brasil berjuang keras mengurangi penyebaran virus corona di tengah sikap tidak pedulinya Presiden Jair Bolsonaro yang menganggap enteng pandemi covid-19 ersebut.

Bolsonaro mendorong kementerian kesehatan merekomendasikan chloroquine dan hydroxychloroquine sebagai pengobatan, meski efektivitas obat tersebut masih dipertanyakan.

Bulan lalu, ia juga mengancam akan keluar dari organisai WHO dan menuduhnya melakukan bias ideologi terkait penggunaan obat untuk mengobati Covid-19. Tidak hanya itu, di dalam negeri ia juga beradu pendapat dengan dua menteri kesehatannya mengenai upaya penanganan virus corona.

Luiz Henrique Mandetta, mantan menkes yang dipecat Bolsonaro pada April lalu mengatakan jika warga Brasil menderita karena penanganan corona yang dilakukan pemerintah sangat kacau.

“Kementerian kesehatan dan gubernur negara bagian mengatakan kepada orang-orang supaya tinggal di rumah dan mempraktikkan untuk menjaga jarak, namun presiden mengatakan dan melakukan hal yang sebaliknya,” pungkas Mandetta.

Mengutip bukti slip denda yang tersebar, media Brasil mengatakan denda itu ditujukan kepada Weintraub karena tak mengenakan masker.

Selain itu, dilansir AFP, Weintraub mengatakan belum ada pemberitahuan tentang denda tersebut.

“Mereka berusaha membungkam saya dengan cara apa pun,” ungkapnya.

Bolsonaro yang selama ini menganggap menyepelekan virus corona juga ikut berdemonstrasi tanpa menggunakan masker. Tetapi, sejauh ini belum ada keterangan apakah sang presiden juga ikut terkena sanksi denda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *