Ayam Jago Ini Buat Prancis Bikin Hukum Warisan Inderawi

Ayam Jago Ini Buat Prancis Bikin Hukum Warisan Inderawi

Ayam Jago Ini Buat Prancis Bikin Hukum Warisan Inderawi – Lumrahnya suasana desa adalah keasrian dan alam yang masih natural. Ocehan burung pada pagi hari, suara lonceng dan bau kotoran sapi, gaduhnya bebek dan angsa, juga suara traktor dan berisiknya ayam jago yang berkokok. Namun bagi orang kota, kelumrahan suasana tersebut bisa saja bermasalah. Kasus aneh dan unik terjadi pada Prancis, ketika seekor ayam jago menuntut karena kokok ayamnya yang tidak normal. Penuntut adalah pensiunan sederhana yang telah membeli rumah pada pulau pedesaan Ile d’Oleron, sekitar 520 kilometer arah barat daya ibukota Paris. Penuntut yang pensiunan itu mengharap pengadilan dapat membungkam kokok ayam yang setiap pukul setengah tujuh pagi, selalu berkokok dengan suaranya yang begitu tajam melengking dan dianggap mengganggu.

FOTO: Ayam Ini Jadi Terdakwa di Pengadilan - Global Liputan6.com

Maurice sang inspirator

Ayam jago dengan kokok berisik dan dituntut agar diam itu bernama Maurice. Setelah pengadilan membatalkan tuntutan, Maurice tetap memperbolehkan berkokok semaunya. Namun akhirnya Maurice bungkam karena meninggal pada bulan lalu. Salah satu unggas paling terkenal di Prancis karena kasus yang telah menjeratnya tersebut, meninggal dalam usia enam tahun dengan kondisi jomlo. Meskipun begitu, Maurice masih tetap menggugah logika dan rasa bagi peradaban Prancis.

Warisan suci pedesaan yang harus melindungi

Melansir dari http://status-med.com/  kasus Maurice telah memikat banyak penduduk Prancis. Kasus itu bahkan membuat orang-orang membela ayam tersebut dengan spanduk ke sosial media bertuliskan “Saya Maurice”. Ribuan orang menanda tangani petisi dukungan “Selamatkan Maurice” agar Maurice tetap diperbolehkan untuk hidup dan berkokok seenak hatinya. Upaya tersebut adalah ikhtiar orang-orang Prancis yang sadar bahwa warisan suci pedesaan harus dijaga dan dilindungi.

Berisiknya serangga dan lonceng sapi akan dikodifikasi dalam undang-undang

Selain Maurice, konflik lain yang melibatkan unggas juga terjadi pada tahun lalu. Seorang pensiunan petani bernama Dominique Douthe ke daerah.  Dax, pada kaki bukit Pyrenees, sekitar 600 kilometer arah barat daya ibukota Paris, juga menggugat tetangganya karena bunyi “kwek-kwek-kwek” bebek miliknya.  Melansir dari kantor berita Reuters, keluhan muncul dari tetangga Douthe yang baru pindah dari kota ke desa dan merasa terganggu dengan suara “kwek-kwek-kwek” bebek dan angsa tersebut. Tetangga itu kemudian menuntut agar para unggas membungkam.