RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan yang Dikelola Militer

RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan yang Dikelola Militer

RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan yang Dikelola Militer

RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan yang Dikelola Militer – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengatakan kalau pemerintah sedang mengkaji pembentukan lembaga atau badan cadangan pangan strategis nasional. Keinginan itu juga diiringi dengan penyusunan cadangan strategis pangan.

“Kita sekarang mencoba menyusun sebuah cadangan strategis pangan dan sedang dipikirkan ada sebuah lembaga badan cadangan pangan strategis nasional. Siapa yang akan mengelola itu? Militer,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

lanjut dia, khususnya di bidang militer ada tiga hal yang harus dimiliki, bukan hanya amunisi perang dan peralatannya, tetapi mereka juga harus punya sistem kesehatan dan sistem ketahanan pangan.

1. Alasan militer perlu mengelola badan cadangan strategis pangan

Suharso menjelaskan militer punya latar belakang dan pengalaman yang cukup mumpuni untuk mengelola badan cadangan strategis pangan. Dia menceritakan dalam kondisi perang, ada tiga hal yang harus dimiliki dalam dunia militer.

“Bukan hanya amunisi perang peralatannya itu tetapi mereka juga harus punya sistem kesehatan, makanya mereka punya rumah sakit, dokter dan sebagainya. dan yang ketiga pangan,” jelas dia.

2. Pengelolaan badan cadangan strategis pangan ditargetkan terealisasi tahun depan

Menurut Suharso, hampir semua negara di dunia mempunya cadangan pangan strategis yang dilindungi oleh militer. Oleh karena itu, pemerintah ingin mewujudkan upaya tersebut dalam waktu dekat.

“Kita sedang pikirkan itu, dan kita sedang carikan tempatnya di mana khusus yang memang dikelola oleh para TNI kita ke depan. Mudah-mudahan itu bisa kita mulai di tahun depan,” ucapnya.

3. Pentingnya ketahanan pangan

Suharso menambahkan, ketahanan menjadi salah satu isu penting bagi Indonesia. Tidak hanya terkait ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap lahan-lahan pertanian. Atas dasar itu, pria yang pernah menjadi staf khusus Wakil Presiden periode 2002 sampai 2004 menilai perlunya menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian.

“Lahan pertanian itu harus benar-benar kita proteksi dan dia harus menjadi simpanan lahan ke depan,” tegasnya.