Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis

Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis

Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis

Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis – Pada hari Rabu, 23 Desember 2020 dari mulai malam hingga menjelang fajar, ratusan warga di desa Bekoji, kabupaten Bulen, zona Metekel dilaporkan meninggal dunia. Sebuah kelompok bersenjata menyerang desa-desa dan membunuh penduduknya. Setidaknya ada 102 jenazah yang ditemukan. Sebagian besar diantaranya meninggal dengan luka tembak.

Melansir dari aelminingservices.com serangan kelompok bersenjata itu, disinyalir memiliki motif etnis. Sehari sebelumnya, pada hari Selasa, PM Ethiopia Abiy Ahmed, bersama dengan jajaran pejabat senior melakukan kunjungan ke Metekel. Dalam kunjungannya, Abiy Ahmed menegaskan akan melakukan tindakan tegas kepada orang-orang yang telah melakukan serangan pada November lalu.

Setelah kunjungan Abiy Ahmed dari Metekel, kelompok bersenjata justru menyerang penduduk desa, membakar rumah dan ladang mereka. Ratusan orang yang meninggal dan puluhan lain yang terluka, dirawat di tempat pelayanan medis terdekat. Beberapa korban terluka yang selamat mengaku mengenal para penyerangnya.

Personel militer Ethiopia dikerahkan untuk mengejar kelompok bersenjata

Penduduk Ethiopia sekitar 109 juta orang. Negara ini menjadi negara terpadat kedua di Afrika. Penduduknya terdiri lebih dari 80 etnis. Karena itu, Ethiopia selalu memiliki persoalan, khususnya konflik antar etnis yang berkelanjutan. Ketika Abiy Ahmed menjadi Perdana Menteri, dia sudah berusaha melakukan reformasi politik untuk mempersatukan Ethiopia, akan tetapi konflik-konflik masih sering terjadi.

Serangan kelompok bersenjata di zona Metekel, region Benishangul-Gumuz yang menyebabkan ratusan orang meninggal, disinyalir kuat karena konflik etnis. Menanggapi insiden tersebut, Abiy Ahmed, melansir dari laman BBC, menulis melalui sosial media miliknya “keinginan musuh untuk memecah belah Ethiopia berdasarkan etnis dan agama masih ada. Keinginan itu tidak akan terpenuhi”, tulisnya menandaskan (24/12).

Sebagai Perdana Menteri, Abiy selanjutnya bertindak dengan cepat untuk mengatasi konflik dan mengirim militernya untuk mengejar kelompok bersenjata, sesuai dengan penyelidikan yang telah dilakukan. Melansir dari laman Al Jazeera, Abiy Ahmed mengatakan “pemerintah, untuk memecahkan akar penyebab masalah, telah mengerahkan kekuatan yang diperlukan” (24/12).

Dalam penyergapan ini, militer Ethiopia terlibat baku tembak. Setidaknya 42 orang dari kelompok bersenjata tewas dan banyak lainnya ditangkap.