Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis

Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis

Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata Terkait Konflik Etnis – mulai malam hingga menjelang fajar, ratusan warga di desa bekoji, kabupaten Bulen, zona Metekel dilaporkan meninggal dunia. Sebuah kelompok bersenjata menyerang desa-desa dan membunuh penduduknya. Setidaknya ada 102 jenazah yang ditemukan. Sebagian besar diantaranya meninggal dengan luka tembak. Serangan kelompok bersenjata itu, disinyalir memiliki motif etnis. Sehari sebelumnya, pada hari Selasa, PM Ethiopia Abiy Ahmed, bersama dengan jajaran pejabat senior melakukan kunjungan ke Metekel.

Image result for Krisis Ekonomi yang Paling Menghancurkan Dunia

Personel militer Ethiopia dikerahkan untuk mengejar kelompok bersenjata

Melansir dari http://thesunshineundergroundofficial.com/  penduduk Ethiopia sekitar 109 juta orang. Negara ini menjadi negara terpadat kedua di Afrika. Penduduknya terdiri lebih dari 80 etnis. Karena itu, Ethiopia selalu memiliki persoalan, khususnya konflik antar etnis yang berkelanjutan. Ketika Abiy Ahmed menjadi Perdana Menteri, dia sudah berusaha melakukan reformasi politik untuk mempersatukan Ethiopia, akan tetapi konflik-konflik masih sering terjadi. Serangan kelompok bersenjata di zona Metekel, region Benishangul-Gumuz yang menyebabkan ratusan orang meninggal, disinyalir kuat karena konflik etnis.

Konflik yang terpisah dari operasi militer di Tigray

Pembunuhan terhadap ratusan penduduk desa Bekoji di region Benishangul-Gumuz, adalah konflik berbeda dengan agenda operasi militer federal di wilayah Tigray. Benishangul-Gumuz berada di sebelah barat Ethiopia sedangkan Tigray berada di wilayah utara. Penguasa regional di wilayan insiden terbaru adalah Benishangul-Gumuz Prosperity Party. Informasi yang berkembang, penduduk yang diserang oleh komplotan bersenjata terdiri dari etnis Amhara, Oromia, dan Shinasa. Melansir dari Associated Press, kepala partai politik Gerakan Nasional Amhara, Belete Molla, mengatakan jumlah korban diperkirakan diatas 200 orang.

Pejabat senior pemerintah federal Benishangul-Gumuz ditangkap

Personel militer yang dikirim Abiy Ahmed untuk mengejar komplotan bersenjata, dan penyergapannya menewaskan 42 orang dari komplotan tersebut, tidak dijelaskan rinci kapan penyergapan itu berlangsung. Dalam operasi penyergapan, senjata tajam juga berhasil disita seperti busur, anak panah dan senjata lainnya. Melansir dari kantor berita Reuters, beberapa pejabat senior pemerintahah federal wilayah Benishangul-Gumuz telah ditangkap (24/12). Lima pejabat senior dan seorang menteri pemerintahan federal yang ditangkap sehubungan dengan keamanan di Benishangul-Gumuz.