Akun Media Sosial Trump Diblokir, Lembaga HAM: Tindakan yang Benar

Akun Media Sosial Trump Diblokir, Lembaga HAM: Tindakan yang Benar

Akun Media Sosial Trump Diblokir, Lembaga HAM: Tindakan yang Benar– Direktur eksekutif Human Rights Watch Kenneth Roth mengatakan tindakan yang diambil berbagai platform media sosial untuk menangguhkan atau menghapus akun milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah hal yang benar. Pimpinan organisasi non-pemerintah yang berbasis di Amerika Serikat itu bahkan mengatakan hal tersebut seharusnya dilakukan lebih cepat.

Kerusuhan di Capitol, Akun Facebook Trump Diblokir, Zuckerberg: Dibiarkan Terlalu Besar - Karawang Post

 

Snapchat dan YouTube susul penangguhan akun media sosial Trump

Penangguhan akun media sosial Trump dilakukan banyak platform, termasuk Twitter dan Facebook. Twitter telah menutup akun Trump secara permanen pada Sabtu. Selain Twitter, Facebook juga telah memutuskan untuk mengunci sementara akun Trump. Belum ada informasi kapan platform media sosial buatan Mark Zuckerberg ini akan membuka akun presiden ke-45 AS itu. Baru pagi ini, Snapchat dan YouTube juga dikabarkan telah menangguhkan akun Trump dengan alasan yang sama.

Kewajiban platform media sosial mengawasi pelanggaran

Melansir dari http://thesunshineundergroundofficial.com/ dalam pemaparannya, Roth lebih lanjut mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi platform media sosial untuk mengawasi penggunanya dari terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
“Jadi, platform, perusahaan media sosial, seperti perusahaan manapun, mereka memiliki kewajiban untuk menghindari keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia dan hanya ini yang dapat mereka lakukan pada tahap ini,” jelasnya.
“Mereka dalam arti tertentu memberi Trump banyak peringatan. Dia tidak bisa diperbaiki, dia bersikeras dan mereka mengambil langkah yang perlu mereka lakukan,” sambung Roth.

Melibatkan panel independen

Menyadari kekurangan yang dimiliki berbagai platform media sosial tersebut, Roth pun menyarankan agar mereka tidak hanya mengandalkan keputusan para CEO atau pemimpin bisnis mereka dalam mengambil keputusan terkait penangguhan akun-akun yang melanggar ketentuan dan HAM. Ia menyarankan agar semua media sosial melibatkan panel independen dalam proses penilaian dan pengambilan keputusan. Jadi menurut saya yang perlu dilakukan platform ini adalah menyiapkan panel independen, panel yang tidak menjawab eksekutif, yang dapat mengajukan banding. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan tidak ada monopoli di antara perusahaan teknologi tersebut.